News & Event

AUG 01

Rakorpim Kopertis Wilayah V DIY

August 01, 2017 | by R Saptoto


HarianBernas.com – Suasana Rapat Koordinasi Pimpinan PTS, ABPPTSI, APTISI dan Kopertis Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta berbeda dari biasanya, Selasa (25/7/17). Rakorpim ini berlangsung di Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta.

Kali ini, rapat koordinasi dikemas dengan suasana Jawa Tradisional yang begitu hangat dan ramah. Suasana makin semarak dengan persembahan Tari Gambyong di awal acara yang dibawakan 3 mahasiswi Sekolah Tinggi  Pariwisata AMPTA Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Koord Kopertis V, Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES., DEA., menyampaikan bahwa ada 106 PTS di Wilayah Kopertis V, ada 3 di antaranya yang statusnya sulit dihubungi. Harapannya PTS tersebut bisa segera menyelesaikan permasalahannya dan PTS yang lain terus menerus mengupayakan peningkatan kualitasnya.

Tantangan pendidikan tinggi adalah ketersediaan,  keterjangkauan dan kualitas karena terbatasnya sumber daya yang berkualitas. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, diharapkan PTS melakukan merger dan memperbaiki manajemen pengelolaan. Ada contoh beberapa kampus di Yogyakarta yang sukses melakukan merger dan berkembang sampai saat ini.

Rakorpim PTS yang juga dihadiri oleh Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo M. Si dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi DIY, Ir. Aris Riyanta M.Si, ini memberikan banyak data terkini. Hal ini bisa menjadi acuan para Pimpinan PTS dalam mempersiapkan strategi kedepan sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan, terutama untuk mencapai target kualitas dosen dan kualitas lulusan. Satu hal yang istimewa, terdata di satu wilayah kecamatan Depok ternyata terdapat 29 kampus.

"Semoga pak Bupati bisa memberikan penghargaan untuk kecamatan dengan jumlah PTS terbanyak di Indonesia ini," ungkap Bambang kepada  Bupati Sleman, disambut dengan gelak tawa peserta.

Jumlah dosen di kopertis V ada 6317, yang terbanyak lulusan S2, sedangkan untuk dosen S1 masih ada beberapa dan sudah dalam proses studi program S2. Sayangnya, jumlah dosen lulusan S3 baru sekitar 800-an apalagi jumlah Guru Besar masih sangat sedikit. Untuk itu, perlu perhatian Para Pimpinan PTS untuk terus mendorong dosen meningkatkan kompetensi dan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berkualitas.

Sri Purnomo menyampaikan di hadapan peserta Rakorpim bahwa Sleman sedang memperkuat Branding Kabupaten Sleman untuk lebih mengenakan Sleman sebagai tujuan wisata, pendidikan, perdagangan. Untuk perijinan di wilayah Sleman diimbau untuk mencantumkan nama Sleman, bukan Yogyakarta.

Sleman membuat "Kanal aduan Sleman" secara online dan berbasis aplikasi. Hal ini untuk mendorong percepatan program ‘Sleman Smart Regency.’ Bupati berharap permasalahan di wilayah Sleman, termasuk bidang pendidikan bisa segera mendapat solusi terbaik dan terselesaikan lebih cepat.


Sumber : https://www.harianbernas.com/44756-rakorpim-kopertis-wilayah-v-diy-ini-pesan-bupati-sleman.html